Logika If-Else: Cara Komputer Membuat Keputusan
Dalam dunia pemrograman, komputer tidak bisa berpikir seperti manusia. Namun, komputer bisa memutuskan sesuatu berdasarkan logika yang kita tulis di dalam kode. Salah satu logika paling dasar dan penting adalah if-else — struktur yang membantu komputer menentukan tindakan mana yang harus dijalankan.
Apa Itu If-Else?
Struktur if-else adalah cara program menguji sebuah kondisi.
Jika kondisi itu benar (true), maka program akan menjalankan perintah tertentu.
Jika tidak (false), maka program akan mengambil jalan lain.
Bayangkan seperti ini:
“Jika hujan, bawa payung. Kalau tidak, cukup pakai topi.”
Di dalam kode, logika ini bisa ditulis seperti contoh berikut (Python):
Hasilnya:
Bawa payung!
Komputer membaca kondisi if cuaca == "hujan". Karena benar, maka ia menjalankan perintah di dalam if.
Kapan If-Else Digunakan?
Logika if-else dipakai setiap kali kita ingin program membuat keputusan.
Contohnya:
-
Mengecek apakah user sudah login atau belum.
-
Menentukan nilai lulus/tidak lulus berdasarkan skor.
-
Menampilkan pesan berbeda tergantung input pengguna.
Contoh (JavaScript):
Output:
Selamat, kamu lulus!
If, Else If, dan Else
Selain if dan else, ada juga else if yang digunakan untuk kondisi tambahan.
Misalnya, kamu ingin program memeriksa beberapa kemungkinan:
Di sini, komputer akan memeriksa dari atas ke bawah sampai menemukan kondisi yang benar, lalu menghentikan pemeriksaan.
Kenapa If-Else Penting?
If-else adalah dasar dari logika pemrograman. Hampir semua bahasa pemrograman — dari Python, JavaScript, C++, hingga Dart — punya struktur ini.
Tanpa if-else, program tidak bisa berinteraksi secara dinamis atau merespons kondisi tertentu.
Bisa dibilang, if-else adalah “otak kecil” dari setiap aplikasi.
Kesimpulan
Logika if-else membuat komputer bisa berpikir secara logis sesuai instruksi yang kita berikan. Dengan memahami struktur ini, kamu sudah selangkah lebih dekat menjadi programmer yang bisa menulis kode yang cerdas dan responsif.